Alamat Baru

Kini (L)MigrasiLinux resmi beralamat di www.migrasilinux.com

Seluruh informasi yang ada di website ini telah berhasil dimigrasi dengan tetap menggunakan tampilan WordPress.

Terima kasih kepada semua pengunjung dan siapapun yang mengambil manfaat dari website ini. Salam persahabatan.

July 19, 2007 at 2:55 am Leave a comment

Implementasi OpenSource di Cyber-Pesantren Rancabango

Sabtu-Ahad tanggal 5-6 Mei 2007, (L)MigrasiLinux turut melaksanakan Follow-Up implementasi OpenSource di Cyber-Pesantren Rancabango, Garut. Kegiatan ini dilaksanakan bersama-sama dengan Tim IGOS BPPT dan Tim Muslim IT Association (MIFTA). Implementasi ini mencakup Training Administrasi Linux, Training Aplikasi Perkantoran, Training Sistem Informasi Pendidikan, Setup LAN, dan Setup Server Internet. Seluruh implementasi Cyber-Pesantren ini menggunakan software OpenSource.

May 7, 2007 at 1:29 am Leave a comment

Migrasi Departemen IT Pabrik Coklat di Kawasan Industri Jatake

Tahap 3 : Setup Gateway dan Proxy Server.

Proses Setup Gateway dan Proxy Server untuk seluruh client yang menggunakan komputer telah dilakukan. Hasil yang diperoleh memuaskan dalam melayani request koneksi internet dari seluruh komputer client yang terhubung ke server. Setup dilengkapi dengan pelatihan kepada personel Administrator IT untuk me-maintain sistem ini. Saat ini Server telah melayani kebutuhan koneksi internet untuk proses produksi sehari-hari.

May 4, 2007 at 6:21 am Leave a comment

Migrasi Lab Komputer

Tidak ketinggalan dengan dunia usaha, dunia pendidikan pun membutuhkan migrasi ke Linux. Proses migrasi lab komputer ini dilakukan di SMKN 1 Tangerang yang melibatkan 40 unit komputer dengan spek P4 RAM 256 MB. Selain melakukan migrasi, dilakukan juga pelatihan rutin bagi siswa-siswi setiap hari Sabtu pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00. Kegiatan pelatihan kini telah mempraktekan Linux Desktop, Networking, Network Printing, Remote Desktop, dan File Sharing. Bahkan para siswa telah mampu membuat manual penggunaan Linux sendiri. Lab komputer ini siap menjadi fasilitas belajar Linux dan Software Open Source melalui kegiatan pelatihan rutin maupun workshop-workshop. Dengan memberikan support ke dunia pendidikan, diharapkan mampu memberikan alternatif pilihan bagi para pelajar untuk menggunakan teknologi IT yang mereka inginkan dan melepaskan diri dari lingkaran hitam pembajakan software. 

May 2, 2007 at 3:52 am Leave a comment

Presentasi Pembuatan Tutorial Video di Kementrian Ristek

Pada Selasa sore tanggal 10 April 2007, kami telah melakukan presentasi tentang proses desktop recording (Screen Casting) utk membuat tutorial video penggunaan software open source/Linux di Kementrian Riset dan Teknologi (Gedung BPPT) Jakarta. Pada presentasi tersebut dijelaskan mengenai software yang digunakan beserta cara mendapatkannya, cara penggunaan, hingga contoh hasil-hasil tutorial yang telah dibuat. Hasil tutorial yang dihasilkan berupa video rekaman dari layar monitor lengkap dengan gerakan mouse dan segala aktifitasnya. Pembuatan tutorial ini bertujuan untuk mempercepat pemahaman pengguna linux yang masih baru dalam menggunakan linux maupun software-software open source yang ada di dalamnya untuk berbagai kebutuhan produktif perkantoran maupun pribadi. Pengguna Linux yang masih baru dapat melihat dan mendengarkan penjelasan tentang tata cara penggunaan Linux sambil mempraktekannya. Project ini sendiri diberi nama OpenTutorial, dan bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam pembuatan tutorial ini dapat bergabung di mailing list opentutorial@yahoogroups.com. Software yang digunakan untuk pembuatan desktop recording di Linux adalah Wink, XVidcap, Istanbul, dan recordMyDesktop.

April 13, 2007 at 8:57 am Leave a comment

Pilihan Itu Ada : Migrasi !

Dahulu, setiap individu, instansi, lembaga, ataupun perusahaan tidak memiliki pilihan lain kecuali membayar lisensi software jika tidak mau berhenti menggunakan komputer. Atau ada yang masih nekat menggunakan software bajakan dengan jantung berdebar-debar berharap tidak disweeping. Namun kini pilihan itu sudah ada di depan mata. Dengan dukungan jasa professional yang menyediakan bantuan Setup, Training, dan Technical Support membuat semua pihak terutama perusahaan dapat melakukan migrasi. Pengambil keputusan tinggal mempertimbangkan dan menghitung perbandingan biaya yang dikeluarkan, keamanan data dari serangan virus, dan training yang diberikan dibandingkan membayar lisensi.

Kini, pilihan itu menjadi : Migrasi atau bayar lisensi. Sehingga contoh pengalaman buruk berikut tidak perlu terjadi pada anda atau perusahaan anda.

————————————————————–

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/30/time/145507/idnews/714641/idkanal/399
Kamis , 30/11/2006 14:55 WIB

Mabes Polri Sidak Software Bajakan di Surabaya
Donny B.U. – detikInet

Surabaya, Mabes POLRI memimpin langsung operasi penertiban software bajakan di sebuah perusahaan bidang Kimia dan Gas di Surabaya. Perusahaan tersebut diduga menggunakan lebih dari ratusan ribu software bajakan.
Operasi kali ini menindak perusahaan yang berinisial PT. S yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur. Dari penindakan di kantor pusat yang terletak di ruas jalan utama Surabaya ditemukan bukti lebih dari 104 komputer yang diduga menggunakan software bajakan.
Diduga hal yang sama juga terjadi di beberapa kantor cabang yang terletak di berbagai daerah di Indonesia. Menurut perkiraan, perusahaan yang berinisial PT. S menggunakan lebih banyak lagi software yang tidak berlisensi, dan jumlahnya diduga lebih dari ratusan ribu.
Keterangan tertulis dari Direktur II Bareskrim Mabes POLRI Brigjen Polisi Wenny Waraouw yang diterima detikINET, Kamis (30/11/2006), perusahaan yang berkantor pusat di Jawa Timur dan Jakarta ini, memiliki tidak kurang 20 kantor cabang dan tersebar di berbagai daerah. Diduga PT. S menggunakan hingga 1.000 komputer.
Adapun jenis software yang ditemukan adalah Microsoft Windows, Microsoft Office, Microsoft Visio/Project, Adobe Photoshop/Dream Waves, Autocad/Autodesk, Mc Afee, Symantec. Jumlah komputer yang melanggar berada di pabrik (19 unit), dan di kantor pusat (85 unit).
“Kami tetap konsisten dengan komitmen penegakan hukum dalam memberantas pembajakan tanpa pandang bulu seperti yang dilakukan terhadap PT. S. Pihak kepolisian sangat serius menangani masalah pembajakan ini, terutama perusahaan-perusahaan yang disinyalir mengunakan software bajakan dalam operasionalnya,” kata Wenny Waraouw.
Penindakan berlangsung 27 Nopember 2006. Wenny menegaskan bahwa semua kasus akan diproses ke pengadilan, dan ganjarannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002. Maksimum hukuman adalah lima tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 500 juta. (nks/oyd)

————————————————————–

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/01/time/143121/idnews/702601/idkanal/399
Rabu , 01/11/2006 14:31 WIB

Polri Ringkus Dua Perusahaan Pengguna Bajakan
Achmad Rouzni Noor II – detikInet

Jakarta, Polri telah melakukan tindakan penggeledahan, penyitaan, dan pemeriksaan terhadap kasus pelanggaran hak cipta dan penggandaan perangkat lunak berlisensi. Tiga orang tersangka dari dua perusahaan pengguna piranti lunak bajakan telah ditetapkan.
Hal itu dijelaskan Kadiv Penerangan Umum Mabes Polri, Bambang Kuncoko, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (1/11/2006).
Bambang menyatakan Polri telah menyita kurang lebih 200 software ilegal yang diinstal ke dalam sekitar 300 unit komputer dari perusahaan dengan inisial PT STO. Dari PT STO ditetapkan dua orang tersangka, Sinta (Manajer) dan Yuliawan (Direktur Marketing).
Sedangkan dari sebuah perusahaan lagi, dengan inisial PT MA, Polri telah menyita 85 unit komputer. Tersangka dari PT MA adalah Yekawati (Manajer).
Kedua tersangka dari PT STO telah diperiksa di Mabes Polri. Menurut Bambang keduanya dinyatakan melanggar Undang-Undang No 19 tahun 2002 tentang Hak atas Kekayaan Intelektual. Tepatnya, Pasal 72 ayat 1 tentang memalsukan hak cipta dan Pasal 73 ayat 1 tentang penggandaan. Pasal-pasal tersebut mengancam tersangka dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.
PT STO disebut sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Industri Bahan Bangunan Porselin. Barang bukti yang disita dari pabrik porselin itu mencakup 32 unit CPU, 115 unit CPU yang disita di tempat, 19 software, 1 bundel Company Profile perusahaan, serta 1 bundel fotokopi dokumen lisensi.
Menurut keterangan pers Polri, untuk sementara penyidikan dikonsentrasikan pada pemeriksaan saksi dan saksi ahli serta melengkapi administrasi penyidikan. Selanjutnya penyidikan akan diarahkan pada pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan laboratoris terhadap barang bukti digital yang sudah dilakukan penyitaan. (wsh/wsh)

————————————————————

http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/05/tgl/03/time/091935/idnews/389371/idkanal/398
Selasa , 03/05/2005 09:19 WIB

Berburu Pembajak Software: Iming-Iming Rp 50 Juta, BSA Banjir Laporan
Achmad Rouzni Noor II – detikInet

Jakarta, Puluhan juta akan dihadiahkan bagi pelapor pemakai software bajakan. Trik ini sukses diterapkan Business Software Alliance (BSA) dalam memerangi software ilegal. Setidaknya, satu bulan setelah program ini diumumkan, 130 Perusahaan di Indonesia ketahuan masih memakai software ilegal.
Hotline anti pembajakan software bebas pulsa, disediakan BSA sebagai bagian dari usahanya berburu pelanggar lisensi software di Indonesia. Program ini menjanjikan hadiah maksimal Rp 50 juta, bagi mereka yang melaporkan pemakain software bajakan oleh perusahaan.
Seperti disebut dalam siaran pers BSA, sejak nomor hotline diluncurkan, mereka telah menerima 200 penelepon yang menanyakan tentang lisensi atau memberikan informasi pembajakan. Diantara 200 penelepon tersebut, 130 diantaranya adalah laporan mengenai perusahaan pengguna software bajakan, baik yang dilaporkan melalui hotline, website dan e-mail.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam merespon ajakan BSA ini, bisa dikatakan merupakan indikasi tumbuhnya kesadaran masyarakat akan masalah pembajakan software di Indonesia, dan merupakan satu langkah maju dalam perjuangan melawan pembajakan software. Atau mungkin juga karena iming-iming hadiah (nks/)

——————————————————————–

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/03/tgl/22/time/153850/idnews/388790/idkanal/399
Selasa , 22/03/2005 15:38 WIB

BSA Buka Hotline Software Bajakan: Pengadu Bisa Dapatkan Rp 50 Juta
Wicaksono Hidayat – detikInet

Jakarta, Anda punya informasi kantor yang memakai software bajakan atau satu lisensi untuk rame-rame? BSA siap menerima pengaduan anda. Rewardnya bisa sampai Rp 50 juta!
Setelah sukses membuka layanan hotline untuk pengaduan software bajakan di Malaysia dan Singapura, aliansi bisnis piranti lunak BSA membuka layanan serupa di Indonesia. Sama seperti sebelumnya, informasi yang cespleng bisa mendapatkan hadiah hingga Rp 50 juta.
Informasi yang diinginkan Business Software Alliance (BSA) adalah seputar penggunaan piranti lunak bajakan dalam jumlah besar. Khususnya untuk kalangan bisnis dan perusahaan, bukan pengguna individual.
Selain itu, BSA juga mengincar informasi mengenai penyalahgunaan lisensi. Sejatinya sebuah lisensi digunakan untuk komputer dalam jumlah tertentu, misalnya satu lisensi Windows XP untuk satu komputer. Namun ada juga perilaku ‘curang’ dengan memasang software yang sama pada beberapa komputer.
“Perusahaan sering tidak menyadari, software bajakan bukan hanya yang dibeli di jalanan. Tindakan duplikasi piranti lunak dari CD-ROM asli ke komputer dengan jumlah melebihi ketentuan lisensi juga merupakan tindak pembajakan,” ujar Tarun Sawney, Direktur Anti Pembajakan BSA Asia, dalam sosialisasi hotline BSA di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (22/03/2005).
BSA menyediakan nomor bebas pulsa bagi siapapun yang ingin mengadukan pelanggaran lisensi software dan penggunaan piranti lunak bajakan. Nomor 0-800-1-272-272 dapat diakses setiap hari kerja mulai pukul 8.30 – 12.00 dan 13.00 – 17.30 WIB. Di luar jam itu, pengadu bisa meninggalkan pesan.
Namun, lanjut Sawney, BSA tidak mau menerima informasi tanpa nama. Penelepon harus memberikan informasi yang memadai mengenai jati dirinya dan perusahaan yang diadukan. Sawney berjanji BSA akan merahasiakan setiap penelepon.
Mengenai besaran hadiah yang diterima, Sawney menjelaskan nilainya tergantung tindak lanjut investigasi yang dilakukan BSA. Nilai maksimal yang akan diberikan adalah Rp 50 juta, berarti tidak setiap penelepon akan mendapatkan uang sejumlah itu.
Didukung Pemerintah
Program ini mendapatkan dukungan dari pemerintah. Dirjen Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), Abdul Bari Azed, mengatakan hal ini diharapkan bisa membantu menurunkan tingkat pembajakan di Indonesia.
Selain itu Abdul Bari mengatakan departemennya, Departemen Kehakiman dan HAM, akan mendukung juga dari sisi regulasi. “Salah satunya lewat segera disahkannya undang-undang perlindungan saksi,” ujar Bari kepada wartawan sesuasi acara tersebut.
Menurut Bari software berada pada urutan ketiga pelanggaran hak cipta yang terjadi di Indonesia. Urutan pertama adalah pembajakan lagu, disusul film pada urutan kedua. Sedangkan di posisi ketiga ‘duduk bersama’ pembajakan buku dan software.
BSA merupakan organisasi yang terdiri atas perusahaan di bidang piranti lunak. Anggota BSA mencakup Microsoft, Apple, IBM, Intel, Macromedia, Symantec dan banyak lagi. Di Indonesia organisasi ini cukup aktif membantu pemberantasan pembajakan software.
Pengaduan software bajakan juga bisa dilakukan lewat internet melalui situs www.bsa.org/indonesia atau lewat e-mail indonesia@bsa.org. (wsh/)

———————————————————————
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/02/tgl/14/time/172549/idnews/539004/idkanal/399
Selasa , 14/02/2006 17:25 WIB

BSA Mulai Laporkan Perusahaan ‘Pembajak’
Wicaksono Hidayat – detikInet

Jakarta, Setelah turut mendukung razia software bajakan di berbagai pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Business Software Alliance pun mulai melakukan langkah hukum pada penyalahgunaan lisensi software di tingkat perusahaan. Satu perusahaan sudah diajukan berkasnya ke Kejaksaan Tinggi.
Menurut Tarun Sawney, Direktur BSA bidang Anti-Pembajakan untuk kawasan Asia, terdapat 30 kasus pembajakan yang berasal dari informasi di hotline BSA. Seluruh kasus tersebut sedang ditindaklanjuti oleh asosiasi berbagai perusahaan piranti lunak internasional dan nasional tersebut.
Benhard P. Sibarani, salah satu konsultan hukum BSA di Indonesia, mengatakan setiap pengaduan membutuhkan cek dan ricek yang cukup rumit. Kemudian jika terbukti ada pelanggaran, BSA akan mengirimkan dua kali surat teguran ke perusahaan yang bersangkutan.
“Surat pertama berupa pemberitahuan. Surat kedua boleh dibilang sudah ‘mengancam’,” ujar Benhard kepada wartawan seusai jumpa pers BSA di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (14/02/2006).
Jika surat kedua masih diacuhkan, BSA akan melanjutkan dengan langkah-langkah hukum. Contohnya seperti terjadi pada sebuah perusahaan manufaktur komponen elektronik di Bandung, Jawa Barat. Perusahaan dengan inisial O.D. tersebut, ujar Benhard, saat ini berkasnya sedang diproses ke Kejaksaan Tinggi.
Jenis ‘pembajakan’ yang teradi pada perusahaan, ujar Benhard, bisa berupa penggunaan piranti lunak bajakan maupun penggunaan yang tidak sesuai lisensi. Misalnya under licensed, yaitu jumlah lisensi yang dimiliki kurang dari jumlah piranti lunak yang dipakai.
Enam Pemilik Toko Divonis Penjara
Pada kesempatan jumpa pers, Tarun membeberkan, per 1 Februari 2006 telah jatuh vonis terhadap 6 terdakwa penjual software bajakan. Semua vonis tersebut, ujar Tarun, berupa hukuman penjara tanpa masa percobaan.
Vonis jatuh terpisah kepada enam terdakwa. Dari razia di ITC Cempaka Mas (Februari 2005), terjaring tiga pemilik toko. LM divonis 2 tahun penjara pada 11 Oktober 2005, NTS divonis 1 tahun 7 bulan pada 13 Oktober 2005, WL divonis 1 tahun 3 bulan plus dena Rp 10 juta pada 21 Desember 2005. Kemudian EL divonis 2 tahun penjara, namun hendak mengajukan banding.
Dari razia di Mangga Dua Mall (Februari 2005) terjaring HYH yang divonis 10 bulan penjara pada 21 September 2005. Sedangkan dari Ambasador Mall (Februari 2005) terjaring JB yang divonis 1 tahun plus denda 3 juta pada 1 Februari 2006. Saat ini JB sedang mengupayakan banding. (wsh)

April 12, 2007 at 10:11 am 1 comment

(L)MigrasiLinux Memberikan Support Migrasi SAP

(L)MigrasiLinux dan Ardhian Linux Shop memberikan support bagi perusahaan berskala besar untuk memigrasikan SAP sebagai sistem ERP (Enterprise Resource Planning) perusahaan dari platform Windows ke Linux. Hingga kini, SAP merupakan sistem ERP yang dianggap paling handal, sekaligus juga paling mahal dan paling sulit dalam penerapannya. Support diberikan untuk memigrasikan sistem mencakup desktop (client), SAP router, dan application server SAP. Fasilitas support mencakup migrasi SAP ke Linux hingga melakukan training kepada user. Melakukan migrasi sistem SAP dari lingkungan Windows ke Linux akan sangat membantu perusahaan dalam mengurangi biaya lisensi yang harus dibayarkan. Selain itu keamanan sistem Linux yang bebas virus menjadi kunci penting dalam menerapkan sistem pengamanan data perusahaan.  

April 9, 2007 at 4:22 am Leave a comment

Hadir di Kementrian Ristek (BPPT)

Pada Selasa sore tanggal 3 April 2007, setelah jam kantor, kami mendapat kesempatan hadir dalam pertemuan beberapa aktifis Open Source bersama personel dari Kementrian Riset dan Teknologi di gedung BPPT Jakarta. Pada kesempatan tersebut dibahas beberapa agenda kegiatan untuk memasyarakatkan Open Source di Indonesia. Adapun yang menjadi target utama kegiatan ini adalah para developer software Open Source. Dari penyelenggaraan kegiatan ini nanti ditargetkan dapat semakin menggairahkan semangat pemanfaatan teknologi Open Source di Tanah Air. Kegiatan ini nantinya juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata pada dunia industri kecil dan menengah (UKM) serta lembaga keuangan mikro dalam memanfaatkan software Open Source sebagai pengganti software dengan lisensi.

April 8, 2007 at 7:45 am Leave a comment

Migrasi Departemen IT Pabrik Coklat di Kawasan Industri Jatake

Tahap 2 : Training System Administrator dan Server

Training ini diberikan kepada Staff IT di perusahaan. Materi training di bagi 2 yaitu System Administrator dan Server. Total waktu pelatihan selama 4 hari. Materi yang diberikan mencakup bagaimana mengelola sebuah komputer yang di-install Linux dan mengelola koneksi jaringan dengan menggunakan Linux sebagai server. Melalui pelatihan ini staff IT dibekali keahlian-keahlian yang penting untuk dimiliki dalam mengelola departemen IT berbasiskan Linux.

April 5, 2007 at 1:42 am Leave a comment

Migrasi Departemen IT Pabrik Coklat di Kawasan Industri Jatake

Tahap 1 : Training OpenOffice

Dalam tahap awal migrasi ini, pihak perusahaan sudah memiliki lisensi Windows. Untuk menjalankan aktifitas perkantoran, di-install-kan software OpenOffice. Tim (L)MigrasiLinux memberikan materi training satu hari yang mencakup OpenOffice Writer dan Calc untuk menggantikan software pengolah kata dan spreadsheet sebelumnya. Peserta migrasi sebanyak 5 orang petugas administrasi perusahaan tersebut.

April 4, 2007 at 9:50 am Leave a comment

Older Posts


Categories

  • Panduan Migrasi

  • Feeds


    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.